BERBAGI ILMU YO

Dibutuhkan kurang lebih 5.000 lebah pekerja yang terdiri dari tiga lembar sarang. Dalam sarang tersebut diharuskan ada

polen, nectar, ratu madu yang sedang masa bertelur, dan semua fase tumbuh lebah pekerja (meliputi telur, larva, dan pupa).
Usahakan kondisi koloni yang baru harus benar-benar bersih dan sehat, agar terbebas dari tungau atau patogen. Waktu yang

tepat untuk membuat koloni baru ketika musim bunga mekar, yaitu pada saat ketersediaan nektar dan polen melimpah.
Pembentukan koloni lebah didapatkan dari telur-telur yang diletakkan oleh lebah ratu. Telur yang tidak dibuahi akan

menjadi lebah jantan, sedangkan telur yang dibuahi akan menjadi lebah pekerja dan telur yang diberi pakan madu akan menjadi

calon ratu yang baru.
Pembudidayaan lebah madu sebaiknya dilakukan di lokasi yang dekat dengan daerah yang ditumbuhi banyak tanaman penghasil

nektar dan polen. Jarak tumbuhan dengan koloni lebah madu sebaiknya sekitar 3-8 km. Usahakan pula lokasi usaha dekat dengan

sumber air, terlindung dari angin kencang, dan jauh dari area perkebunan maupun pertanian yang sering mendapatkan semprotan

insektisida secara intensif.

CARA MEMBUAT RATU LEBAH MADU

Pembuatan ratu lebah dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara miller dan Doolittle.

Miller dilakukan dengan cara, koloni lebah madu yang sudah cukup banyak dipisahkan bingkai sarangnya pada stup baru.

Stup baru tersebut tidak ada ratunya tetapi harus terdapat larva yang berumur 1-2 hari pada empat bingkai sarang, dan

dilengkapi pula dua bingkai sarang madu sebagai pakan. Setelah satu minggu lebih, koloni tersebut akan segera membentuk

calon ratu baru.
Doolittle, dilakukan dengan cara membuat sel sarang yang terbuat dari lilin lebah seukuran dengan sel yang dibuat oleh

lebah. Pembuatan sel dilakukan dengan cara mencairkan lilin terlebih dahulu. Berikut informasi selengkapnya :

Siapkan cetakan dari kayu berbentuk silinder untuk mencetak lilin cair.
Panjang kayu cetakan sekitar 7,7 cm, dengan diameter 1 cm. Selanjutnya lubangi salah satu ujungnya dengan panjang 1,3 cm

dan diameter sekitar 0,8 cm.
Basahi cetakan kayu dengan air kemudian celupkan pada lilin lebah yang sudah dicairkan, sedalam 1 cm. Setelah lilin

menempel pada kayu cetakan, selanjutnya angkat dan biarkan membeku (kemudian celupkan berulang-ulang hingga 5x).
Lilin yang terbentuk memudian dilepaskan dari cetakan kayu, dan hasilnya yang berupa sel sarang buatan dipasang pada

bingkai menghadap ke bawah dengan jarak antar sel 1 cm.
Setelah terpasang dengan baik, diisi dengan campuran royal jelly dan air. Selanjutnya dimasukkan lagi larva lebah yang

berumur 1-2 hari (setiap sel sarang diisi satu larva).
Setelah beberapa lama, maka akan terbentuk calon ratu baru dari sel yang dibuat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: