BERBAGI ILMU YO

Beternak lebah

A. Lebah Apis mellifera
Jenis lebah madu yang banyak di kenal oleh masyarakat indonesia adalah spesies Apis mellifera. Ditinjau dari segi produktivitas madunya Apis mellifera adalah lebah yang unggul yang merupakan impor dari Italia dan Australia.
Anatomi Apis mellifera
Lebah adalah insekta penghasil madu, pollen (tepung sari), propolis (zat perekat), royal jelly (susu ratu), racun lebah (apiloxin, beevenom) dan malam (wax). Anatomi lebah madu terdiri dari tiga bagian :

1. Kepala (caput)

· Kepala berbentuk segitiga, mengemban berbagai fungsi organ yaitu mata, antena dan mulut.

· Mata lebah ada dua macam :

1) Mata majemuk (compound eyes) yang berfungsi untuk melihat jarak jauh,

2) Mata sederhana (ocelli) yang berfungsi untuk melihat jarak dekat.

· Antena ada dua buah , berfungsi sebagai organ peraba.

· Mulut lebah terdiri dari sepasang pemotong benda keras (mandibula) dan lidah (probosa), unutk menghisap cairan seperti nektar dan air.

2. Dada (thorax).

Dada adalah pusat pergerakan, mengemban 3 pasang kaki dan 2 pasang sayap, terdiri dari 4 segmen yaitu :

1. Dada depan (prothorax), menopang sepasang kaki utama.

2. Dada tengah (mesothorax), bagian terbesar yang menopang sepasang kaki tengah dan sepasang sayap.

3. Dada belakang (metathorax), menopang sepasang kaki belakang dan sepasang sayap. Modifikasi khusus lebah pekerja pada kaki belakang yang memungkinkan lebah membawa pollen.

4. Propoeum, bagian belakang dada.

3. Perut (abdomen)

Fungsi abdomen :

a. Sebagai pompa untuk mensirkulasikan darah dan oksigen ke seluruh tubuh.

b. Sebagai tempat 3 macam kelenjar penting. Kelenjar tersebut yaitu :

1. Kelenjar malam (wax glands) untuk menghasilkan malam sebagai bahan untuk membuat sarang yang sebelumnya dikunyah terlebih dahulu oleh lebah setelah di sekresikan dari kelenjar malam.

2. Kelenjar bau (scent glands), untuk menghasilkan bau sebagai alat pertahanan koloni dan petunjuk bagi lebah pekerja sewaktu pulang dari mencari makan.

3. Kelenjar racun (apitoxin, beevenom), untuk menghasilkan racun sebagai alat pembela diri dari serangan musuh.

Sistem Reproduksi

Perkembangan sistem reproduksi masing-masing strata berbeda. Alat reproduksi untuk setiap strata terbentuk sejak fase pupa. Alat reproduksi jantan terdiri dari sepasang testes yang menghasilkan spermatozoa, dan mampu menghasilkan 10-200 juta spermatozoa. Testes terdapat di sisi perut menempel pada vas deferens. Vas deferens berfungsi sebagai saluran spermatozoa. Saat spermatozoa keluar dari testes akan menuju vesica seminalis kemudian ke saluran ejakulatoris dan berakhir di penis. Vesica seminalis berfungsi sebagai tempat menyimpan semen selama belum terjadi perkawinan. Ketika terjadi perkawinan, maka spermatozoa akan menuju penis kemudian ke vagina dan kemudian masuk ke kantong spermatheca pada alat reproduksi lebah ratu.

Alat reproduksi lebah pekerja merupakan jenis kelamin betina yang pada dasarnya sama dengan jenis kelamin ratu. Alat kelamin lebah pekerja tidak sesempurna alat kelamin ratu, tetapi lebah pekerja dapat bertelur namun telur yang dihasilkan hanya telur infertil yang menghasilkan lebah jantan.

Alat reproduksi lebah ratu merupakan jenis kelamin betina yang alat reproduksinya berkembang sempurna . alat reproduksinya terdiri dari ovarium, oviduct, uterus, bursa copulatrx, spermatheca, dan vagina.

Ovarium lebah ratu berukuran besar dan berjumlah dua yang hampir memenuhi rongga abdomen, dan di dalam ovarium terdapat ovariole yang berfungsi sebagai tempat produksi ovum. Ovum akan menuju saluran sempit yang disebut oviduct yang berfungsi sebagai saluran menuju vagina. Vagina terbentuk dari dua oviduct yang berasal dari dua ovarium dan bersatu membentuk saluran yang disebut bursa copulatrix yang berfungsi sebagai penerima penis lebah jantan saat kawin, dan diantara vagina dan oviduct terdapat kantong yang disebut spermatheca yang berfungsi menyimpan spermatozoa hasil perkawinan ratu dengan jantan. Saat ovum keluar dari oviduct menuju vagina dan saat spermatozoa keluar dari spermatheca menuju vagina, saat itulah terjadi fertilisasi di vagina . Spermatheca dapat menyimpan kurang lebih 200 juta spermatozoa, hal ini sangat memungkinkan bagi lebah ratu dapat membuahi telur-telurnya sampai beberapa tahun.

Siklus hidup Apis mellifera

Lebah madu mengalami metamorfose lengkap. Dalam proses metamorfose terjadi 4 fase yaitu : telur, larva, pupa dan dewasa. Berikut ini penjelasan singkat mengenai prose-proses metamorfose tersebut.

a. Telur

Kehidupan dimulai dengan telur yang ditelurkan dalam sel sisiran lebah. Fase telur untuk semua strata yaitu 3 hari. Telur lebah berbentuk silinder agak bengkok yang panjangnya kurang lebih 1,6 mm dan berdiameter kurang lebih 0,4 mm. Telur menempel ditengah-tengah dasar sel dalam posisi tegak lurus. Telur lebah berangsur-angsur condong kemudian rebah pada dasar sel sebelum menetas. Telur lebah berdasarkan asalnya dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :

1. Telur yang berasal dari lebah ratu.

Ada 2 jenis telur yang dihasilkan lebah ratu yaitu telu fertil dan infertil. Telur fertil adalah telur yang dibuahi spermatozoa, yang akan menetas menjadi lebah ratu dan lebah pekerja. Telur infertil adalah telur yang tidak dibuahi spermatozoa yang akan menetas menjadi lebah jantan. Telur infertil dikeluarkan lebah ratu jika ratu sudah tua dan koloni sudah padat untuk membentuk koloi baru.

Jenis telur yang dihasilkan lebah ratu tergantung bentuk sel tempat bertelur yang disediakan oleh lebah pekerja. Lebah ratu sebelum bertelur mengamati sarang-sarang yang akan dijadikan tempat bertelur. Pengamatan dilakukan sekitar 24 jam. Lebah ratu akan mengenali sel dengan kaki depannya atau ujung abdomennya saat akan meletakkan telur.

Ada 3 jenis sel lebah yaitu :

1. Sel calon ratu mempunyai bentuk, ukuran dan lokasi yang unik. Selnya lebih besar memanjang ke bawah seperti kacang dan terletak di pinggir bawah sisiran. Menggantung vertikal. Jenis telur yang dikeluarkan pada sel ini adalah telur fertil.

2. Sel calon pekerja bentuknya lebih kecil dibanding sel calon jantan dan ratu, letaknya di tengah secara horizontal. Jenis telur yang dikeluarkan pada ini adalah telur fertil.

3. Sel calon jantan bentuknya lebih besar dari sel calon pekerja dan ratu, letaknya di pinggir secara horizontal setelah sel-sel calon pekerja. Jenis telur yang dikeluarkan pada sel ini adalah telur infertil.

Telur yang dkeluarkan ratu pada sel-sel akan menjadi lebah dengan strata yang sesuai dengan bentuk selnya, hal ini juga tergantung jenis makanan yang diberikan lebah pekerja pada larva. Calon ratu diberi makan royal jelly, calon pekerja diberi makan worker jelly, pollen dan madu, sedangkan calon jantan di beri makan drone jelly. Besarnya sel ratu memungkinkan larva calon ratu menerima makanannya secara berlebihan, sehingga perkembangan organ tubuhnya lebih sempurna dan proses kelahirannya lebih cepat di bandingkan dua strata lainnya.

2. Telur yang berasal dari telur pekerja

Lebah pekerja mempunyai sifat parthogenesis yaitu apabila ratu mati atau hilang dan larva calon ratu tidak ada, lebah pekerja akan bertindak sebagai laying worker, yaitu lebah pekerja yang mampu bertelur.

Telur yang dihasilkan adalah telur infertil dan akan berkembang menjadi lebah jantan. Seekor lebah pekerja hanya mampu bertelur hanya sebanyak 28 butir seumur hidupya. Secara alami koloni lebah membesarkan sel-sel labah ratu dalan 3 kondisi yaitu pada saat ratu tua, ratu hilang atau pergi meninggalkan koloni.

b. Larva.

Fase larva calon ratu memerlukan waktu selama 5 ½ hari, larva calon pekerja 6 hari dan larva calon jantan 6 ½ hari. Larva berupa tempayak tanpa kaki dan berwarna putih yang rebah melingkar dalam dasar sel sisiran. Panjang larva pertama kali menetas sekitar 1,6 mm, diameter 0,4 mm dan beratnya kurang lebih 0,08 mg. Larva lebah pekerja tumbuh sangat cepat, kenaikan berat badannya sekitar 1500 kali dalam 5 hari. Sedangkan larva lebah ratu dan jantan pertumbuhannya 2 kali lebih cepat di banding lebah pekerja.

Saat telur di letakkan di dasar sel, lebah pekerja secara rutin mengontrol sel dan begitu telur menetas, royal jelly secepatnya diletakkan di dasar sel. Seekor larva dapat melibatkan 2785 lebah pekerja yang mengerumuni sel berisi larva tersebut untuk merawatnya selama 10 jam.

c. Pupa dan dewasa

Fase pupa calon ratu memerlukan waktu 7 ½ hari, pupa calon pekerja 12 hari dan pupa calon jantan 14 ½ hari. Hari ke 9 dari peneluran larva berhenti diberi makan dan selnya ditutup oleh lebah pekerja, di dalam sel ia mulai merubah posisinya sampai akhirnya tumbuh vertikal dengan kepalamengarah ke bawah dan mulutnya memintal cocoon, kemudian larva memasuki fase pupa.

Perubahan besar terjadi pada fase pupa yaitu dari bentuk larva ke bentuk lebah dewasa. Pupa berwarna putih dan 5 hari sebelum lahir lebah (pupa) berpuasa dan selama waktu tersebut terbentuk organ – organ lebah dan jaringan tubuh dewasa disertai dengan perubahan warna yang setiap hari tampak lebih jelas. Sewaktu berkembang sempurna, lebah akan memakan sebagian tutup sel sebagai jalan keluar dengan menggunakan rahang bawah dan dibantu lebah pekerja kemudian lebah keluar dari sel menjadi lebah dewasa. Munculnya lebah muda pada hari ke 15-16, lebah pekerja muda pada hari ke 20-21, dan lebah jantan pada hari ke 22-24 dari fase telur.

Suhu lingkungan

Salah satu sifat lebah madu yang menyebabkan mampu bertahan hidup pada berbagai kondisi lingkungan yang berbeda adalah kemampuannya mengatur suhu dalam stup. Sel-sel bagian tengah sarang digunakan sebagai pengeraman yang berisi telur, larva dan pupa. Sel-sel di sekitar pengeraman bagian atas sebagai penyimpanan pollen dan sel-sel tepi bagian atas untuk menyimpan madu. Tata letak ini berfungsi sebagai pelindung daerah tetasan atau alat penyangga suhu. Suhu ideal lebah adalah 30-35 ­oC. Lebah akan memulai kegiatannya jika suhu di dalam stup di atas 18 oC, pada suhu tersebut ratu aktif bertelur dan aktifitas lebah pekerja meningkat.

a) Suhu dingin.

Suhu lingkungan sangat mempengaruhikeberlansungan lebah. Seekor lebah pada suhu rendah akan menderita kedinginan yang akhirnya mati dan pada suhu kurang dari 10-12 oC lebah kurang produktif.

Cara lebah mengatasi lingkungan yang bersuhu dingin antara lain :

Brood area dijaga agar tetappada suhu 33-36 oC, apabila suhu turun lebah akan membentuk kelompok barisan.
Apabila suhu lingkungan sekitar 14-18 oC barisan semakin merapat.
Lebah-labah yang berada pada bagian pinggir kelompok padat merentangkan sayapnya sebagai penutup untuk mencegah kehilangan panas.
Apabila suhu semakin rendah lebah membenamkan kepala dan dadanya ke dalam kelompok padat.
Cara lain yang dilakukan lebah untuk membangkitkan panas adalah dengan metabolisme madu dan mengerak-gerakkan otot dadanya. Saat kondisi ini lebah madu dapat bertahan hidup walaupunsuhu lingkungan turun.

b. Suhu panas.

Suhu di atas 35 oC produksi madu tidak optimal sebab lebah cenderung membentuk lilin. Cara lebah mengatasi panas yaitu :

· Lebah lebih aktif mengumpulkan air pada musim kering dan panas. Air disebarkan diatas sisiran sarang untuk mendinginkan sarang melalui evaporasi.

· Menyebar di atas permukaan sisiran.

· Jika berangsur-angsur suhu meningkat maka lebah akan pindah ke dekat pintu sarang dan akhirnya keluar. Lebah-lebah di sekitar pintu akan menggetarkan sayapnya untuk mengalirkan udara ke dalam sarang.

· Upaya terakhir yaitu dengan mencairkan madu atau menguapkan air. Sedikit air atau madu diteteskan ke sel sarang lalu dibiarkan menguap. Usaha tersebut dapat memperthankan suhu di daerah tetesan sekitar 35oC sedangkan suhu di luar sarang sekitar 70oC

· Apabila terjadi suhu ekstrim lebah akan mengosongkan sebagian sarang. Hal ini akan dilakukan apabila bagian paling dingin dari daerah tetesan mencapai suhu lebih dari 34 oC.

Polimorfisme Apis mellifera

Apis mellifera merupakan insekta yang hidup di dalam satu keluarga besar. Setiap keluarga lebah disebut koloni. Koloni lebah mempunyai sifat polimorfisme yaitu anggotanya mempunyai perbedaan anatomi, fisiologi dan fungsi biologi. Adapun jumlah ratu setiap koloni hanya satu dan beberapa ratu pejantan sedangkan pekerja jumlahnya ribuan. Ciri khas polimorfisme lebah sebagai berikut :

a. Strata Lebah Ratu (Queen Hee)

Lebah ratu adalah strata yang tugasnya hanya bertelur. Ciri khas lebah ratu :

Strata paling besar dibanding lainnya. Ukuran tubuh dua kali lebih panjang dan 2,8 kali berat lebah pekerja. Bagian abdomennya terus memanjang dan bersayap pendek yang sayap tersebut menutupi sebagian abdomen.
Umurnya dapat mencapai 7-8 tahun dan produktif pada umur 21 hari.
Kaki tidak dilengkapi dengan keranjang tepung sari (pollen basket).
Sengatnya dapat digunakan berulang kali tanpa mengalami kerusakan bagian tubuh.
menghasilkan feromon yang disekresikan oleh kelenjar rahang bawah, berfungsi untuk mempersatukan koloni dan penghambat aktivitas ovarium lebah pekerja.

Kelemahan lebah ratu terhadap lebah pekerja antara lain :

Ratu tidak dapat membuat sel tempatnya bertelur.
Ratu tidak pandai mencari pollen dan nektar.
Ratu tidak mampu membuang kotorannya dari sarang.
Ratu harus dibantu oleh lebah pekerja untuk menegluarjan telur dari perutnya yaitu dengan mengibas-ngibaskan antenanya ke perut ratu sehingga telur mudah keluar.
Sayapnya disisir dan dibersihkan oleh lebah pekerja.

b. Strata lebah jantan (Drone Bee)

Strata lebah jantan bertugas mengawini lebah ratu muda. Perkawinan ini berlangsung hanya satu kali seumur hidupnya, settelah kawin ia akan segera mati. Ciri khas lebah jantan :

1. Mata, sayap, dan dadanya lebah lebar, pantatnya tumpul di banding kedua strata lainnya.

2. Sayapnya lebih panjang dibanding abdommennya.

3. Tidak memiliki keranjang pollen, kelenjar malam dan sengat.

4. Jantan hanya keluar dari sarang pada saat kawin dan hari cerah.

5. Kebutuhan jantan di dalam sarang dipenuhi oleh lebah pekerja.

6. Umumnya 10 minggu pada musim panas dan lebah jantan dapat hidup selama 1 tahun.

c. Strata Lebah Pekerja (worker bee).

Lebah pekerja adalah lebah betina yang organ reproduksinya tidak berfugsi sempurna, bertugas merawat dan memelihara koloni. Ciri khasnya yaitu :

1. Umumnya 6-12 Minggu.

2. Tubuhnya paling kecil, thorax lebih sempit, ujung abdomen lebih pendek di banding strata lainnya, sayap sempit dan kecil menutupi abdomen.

3. Mempunyai organ-organ yang ,membantunya dalam melaksanakan tugas di dalam koloni yaitu :

a. Lidahnya relatif panjang sehinggaia mampu menghisap nektar dari bunga.

b. Kedua kai belakangnya terdapat keranjang khusus untuk membawa pollen.

c. Sengatnya berkembang baik untuk mempertahakan koloni dari serangan musuh.

d. Kepala bagian dalam terdapat kelenjar penghasil royal jelly untuk makanan ratu dan larva.

e. Thoraxnya bagian dalam terdapat kelenjar ludah yang menghasilkan enzim-enzim untuk mematangkan madu.

f. Abdomen bagian bawah terdapat 4 pasang kelenjar malam untuk menghasilkan malam (lilin).

g. Abdomen bagian dalam terdapat kantong nektar untuk mengolah nektar menjadi madu.

Comments on: "Beternak lebah" (1)

  1. Bagaimana cara menemukan dan memindahkan ratu lebah cerana pada sarang yang sulit untuk dibongkar atau dibuka?
    Bagaimana caranya agar lebah cerana tidak meninggalkan lekas maninggalkan kotak lebah?
    Bagaimana cara membagi koloni lebah cerana?
    Apakah bias membuat ratu lebah cerana seperti membuat ratu lebah malifera?
    Bagaimana cara memancing koloni lebah cerana agar cepat masuk ke kotak lebah?
    Bagaimana Dan dimana ratu lebah melakukan perkawinan?
    Terima kasih
    Bayu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: